
ButonUtara, Trimediasultra.com – Memasuki hari keempat operasi pencarian, keberadaan Kardin (37), warga Desa Banu-banua Jaya, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, masih belum berhasil ditemukan. Tim SAR Gabungan kembali menutup pencarian sementara pada pukul 17.00 WITA setelah hasil yang diperoleh nihil.
Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Kamis (26/3) pukul 07.00 WITA, dengan harapan adanya perkembangan signifikan dalam upaya menemukan korban yang dilaporkan hilang di perairan Ereke.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau berawan dengan tinggi gelombang relatif tenang, berkisar antara 0,25 hingga 0,5 meter, serta kecepatan angin sekitar 8 km/jam dari arah barat laut.
Teknologi Modern Diterjunkan
Pada hari keempat, Tim SAR Gabungan meningkatkan intensitas pencarian dengan mengerahkan sejumlah peralatan canggih. Selain armada laut seperti rigid inflatable boat (RIB), rubber boat, dan longboat, tim juga menggunakan perangkat Aquaeye untuk mendeteksi objek di bawah air serta drone untuk pemantauan udara.
Dukungan komunikasi juga diperkuat dengan penggunaan Starlink guna memastikan konektivitas di lokasi operasi yang cukup menantang. Peralatan medis, evakuasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya turut disiagakan selama proses pencarian.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Staf Ops KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Buton Utara, Syahbandar Kelautan dan Perikanan, BPBD Buton Utara, Babinsa Desa Banu-banua Jaya, nelayan setempat, serta keluarga korban.
Kronologis Kejadian
Peristiwa bermula pada 21 Maret 2026 sekitar pukul 05.30 WITA, saat Kardin berangkat dari Desa Banu-banua Jaya menuju Desa Tanah Merah. Dalam perjalanan, korban sempat berteduh di sebuah pondok di Teluk Kulisusu akibat hujan deras disertai angin kencang.
Namun, longboat miliknya terlepas dari ikatan dan hanyut terbawa arus. Kardin sempat berenang mengejar perahunya sebelum akhirnya menepi di kawasan bakau. Ia kemudian mendapat pertolongan dari perahu yang melintas dan berhasil tiba di Desa Tanah Merah sekitar pukul 17.00 WITA.
Tragedi terjadi saat korban dalam perjalanan kembali ke Desa Banu-banua Jaya. Sekitar pukul 18.30 WITA, di titik koordinat 4°49.298’S – 123°7.682’E, Kardin dilaporkan melompat dari longboat yang ditumpanginya. Upaya pencarian awal oleh warga tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang.
Masih Jadi Tanda Tanya
Hingga hari keempat, jejak Kardin masih belum terungkap. Meski berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pengerahan teknologi modern, pencarian belum menunjukkan titik terang.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, menyatakan bahwa tim akan terus berupaya maksimal dalam operasi pencarian dengan menyesuaikan strategi di lapangan.
Sementara itu, keluarga korban yang turut berada di lokasi masih setia menunggu dengan penuh harap, berharap Kardin segera ditemukan di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut.(Adm).



