ButonUtara,Trimediasultra.com – Setelah tujuh hari pencarian intensif, nasib Kardin (37), warga Desa Banu-banua Jaya, Kecamatan Kulisusu, masih menjadi misteri. Pria yang dilaporkan hilang usai melompat dari longboat di perairan Ereke itu tak kunjung ditemukan hingga operasi SAR resmi ditutup, Sabtu (28/3/2026).
Tim SAR gabungan yang menyisir area laut sejak pagi hingga pukul 14.00 Wita kembali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Keputusan penghentian operasi diambil setelah evaluasi menyeluruh serta koordinasi dengan keluarga dan seluruh unsur yang terlibat.
“Memasuki hari ketujuh, pencarian belum membuahkan hasil. Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Namun, apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi dapat dibuka kembali,” ujar Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S.
Kisah yang Berujung Tanda Tanya
Kisah hilangnya Kardin menyisakan banyak pertanyaan. Peristiwa ini bermula pada 21 Maret 2026, saat ia berangkat dari desanya menuju Desa Tanah Merah menggunakan longboat.
Di tengah perjalanan, cuaca buruk memaksanya berteduh di Teluk Kulisusu. Namun, longboat miliknya hanyut terbawa arus setelah terlepas dari ikatan. Kardin sempat berenang mengejar perahu tersebut sebelum akhirnya menepi di kawasan bakau.
Beruntung, ia sempat mendapatkan pertolongan dari pengguna longboat lain yang melintas dan berhasil melanjutkan perjalanan hingga tiba dengan selamat di Desa Tanah Merah sekitar pukul 17.00 Wita.
Namun, situasi berubah drastis saat ia dalam perjalanan kembali. Sekitar pukul 18.30 Wita, Kardin dilaporkan melompat dari longboat di titik koordinat 4°49.298’S – 123°7.682’E. Sejak saat itu, ia tidak pernah terlihat lagi.
Upaya pencarian awal dilakukan oleh warga dan keluarga, sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang dan ditangani oleh tim SAR gabungan.
Pencarian Maksimal, Hasil Nihil
Selama tujuh hari, operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Buton Utara, hingga BPBD dan nelayan setempat. Berbagai peralatan dikerahkan, termasuk perahu karet, drone, hingga alat deteksi bawah air.
Meski kondisi cuaca relatif bersahabat—berawan, gelombang rendah antara 0,25 hingga 0,5 meter, serta angin lemah dari barat laut—pencarian tidak membuahkan hasil.
Seluruh unsur yang terlibat kini telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Harapan yang Menggantung
Bagi keluarga, penutupan operasi bukan akhir dari harapan. Mereka masih menanti kejelasan atas nasib Kardin, yang hingga kini belum ditemukan.
Hilangnya Kardin di perairan Ereke menyisakan duka sekaligus tanda tanya—apa yang sebenarnya terjadi di detik-detik terakhir sebelum ia menghilang di laut.(Adm).




