Harga Pertalite Tak Terkendali di Buton Utara, Tukang Ojek Keluhkan Beban Ekonomi

23
Jafar salah satu warga Buton Utara keluhkan harga BBM subsidi yang tidak terkendali.
Advertisement

Buton Utara, TrimediaSultra.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, masih melambung hingga Rp30.000 per botol air mineral ukuran 1,5 liter, Sabtu (31/10/2026).

Berdasarkan keterangan warga, harga Pertalite di sejumlah wilayah bervariasi, mulai Rp25.000, Rp27.000, Rp28.000 hingga Rp30.000 per botol. Harga Rp28.000 dan Rp30.000 disebut paling banyak ditemukan, sedangkan harga Rp25.000 semakin sulit diperoleh.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat, terutama pengemudi ojek yang menggantungkan penghasilan harian dari aktivitas mengangkut penumpang.

Jafar, salah seorang tukang ojek di Buton Utara, mengaku harus berkeliling mencari BBM dengan harga lebih murah. Sementara itu, jumlah penumpang semakin berkurang seiring lesunya aktivitas ekonomi.

“Alhamdulillah, hari ini setelah saya keliling mencari, masih dapat harga Rp25.000 per botol air mineral besar,” ujar Jafar, Sabtu (31/10/2026).

Ia mengatakan, dengan tarif ojek sekitar Rp5.000 per perjalanan, penghasilannya berkisar Rp100.000 hingga Rp120.000 sehari. Kondisi itu membuat mahalnya BBM semakin menekan pendapatan yang diperoleh.

Keluhan serupa disampaikan Ridwan, warga Desa Wasalabose. Ia mengaku membeli Pertalite seharga Rp30.000 per botol. Sementara di wilayah Wandaka, harga berkisar Rp28.000, sedangkan di Bangkudu mencapai Rp28.000 hingga Rp30.000, terutama menjelang malam hingga tengah malam.

“Kemarin saya pergi ke kebun dan mendapatkan BBM Rp25.000 untuk satu botol air mineral ukuran 1,5 liter,” ungkapnya.

Jafar berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dan terukur untuk menata distribusi serta menstabilkan harga BBM di tingkat pengecer dan mitigasi pihak SPBU.

Menurutnya, masyarakat kecil membutuhkan kepastian harga agar tidak terus terbebani oleh mahalnya bahan bakar.

“Kami berharap pemerintah segera menstabilkan harga BBM yang sangat mencekik. Kerja nyata dan terukur dari pemerintah sangat kami nantikan agar masyarakat bisa merasakan hak-haknya sesuai ketentuan pemerintah,” pungkasnya.(Adm/M1). 

Facebook Comments Box