Buton Utara, TrimediaSultra.com – Kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk sejumlah SPBU dan SPBN di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, mengalami penurunan. Pengurangan alokasi tersebut terjadi pada jenis Pertalite maupun Solar.
Hal itu diungkapkan Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Buton Utara, Hamsil, melalui siaran pers, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Hamsil, data tersebut diperoleh dalam rapat koordinasi pembahasan kelangkaan stok dan tingginya harga eceran BBM bersubsidi di Aula Kantor Setda Buton Utara, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan, kuota Pertalite SPBU Wasalabose yang dikelola CV Nurmila turun dari 100 kiloliter (KL) menjadi 60 KL. Sementara kuota Solar berkurang dari 60 KL menjadi 30 KL.
Penurunan juga terjadi pada SPBU Laangke yang dikelola PT Bintang Nusantara Wolio. Kuota yang sebelumnya tercatat 150 KL disebut turun menjadi 95 KL, kemudian berkurang menjadi 94 KL.
Adapun SPBN yang dikelola PT Surya Mitra Guna Tama mengalami pengurangan kuota dari 100 KL menjadi 60 KL.
“Data tersebut sesuai keterangan dari pihak pengelola SPBU dan SPBUN yamg ikut rapat,” jelasnya.
Penurunan alokasi tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam upaya mengatasi kelangkaan BBM di Buton Utara.

“Pengurangan kuota berpotensi memengaruhi ketersediaan BBM bagi masyarakat, terutama nelayan, petani, pengemudi ojek, dan pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Kata dia, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat koordinasi dengan Pertamina untuk memperjuangkan tambahan kuota sekaligus memastikan penyaluran BBM sesuai peruntukannya.
Keterbukaan data mengenai alokasi dan realisasi distribusi juga diperlukan agar masyarakat mengetahui penyebab keterbatasan pasokan serta langkah konkret pemerintah dalam mengatasinya.
“Pihak SPBU diminta untuk keterbukaan data berapa jumlah kendaraan yang menggunakan BBM subsidi, jam pelayanan dan bagaiman proses distribusinya,” pungkasnya.(Adm/M1).




