
Kolaka,Trimediasultra.com – Aksi cepat Tim Rescue berhasil menyelamatkan seorang remaja yang diduga melakukan percobaan bunuh diri di atas tower telekomunikasi di Kelurahan Balandete, Kabupaten Kolaka, Minggu petang, 12 April 2026.
Insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Wawan kepada Comm Centre KPP Kendari sekitar pukul 18.30 WITA. Dalam laporannya, ia menyampaikan adanya seorang pria yang berada di atas Tower Telkomsel dan diduga hendak mengakhiri hidupnya.
Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Kolaka langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 18.45 WITA. Jarak antara Pos SAR dan lokasi kejadian diperkirakan sekitar 3,5 kilometer, dengan kondisi cuaca berawan berdasarkan informasi dari BMKG.
Korban diketahui berinisial Adil (17), warga Jalan Merpati, Kelurahan Laloeha, Kolaka. Tim SAR tiba di lokasi pada pukul 18.55 WITA dan segera melakukan upaya penyelamatan dengan menaiki tower.
Dalam waktu relatif singkat, tepatnya pada pukul 19.15 WITA, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Kolaka, untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, menyampaikan bahwa operasi SAR berjalan lancar berkat koordinasi lintas instansi yang solid. Setelah korban berhasil diselamatkan, operasi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Staf Ops KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, BPBD Kolaka, Polsek Kolaka, Batalion 869, Brigif 29 Mekongga, serta Babinsa dari wilayah Balandete dan Tahoa.
Dalam proses evakuasi, tim menggunakan sejumlah peralatan seperti rescue car, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, drone, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peran masyarakat dalam mencegah potensi tragedi. Laporan cepat dari warga terbukti sangat membantu tim penyelamat dalam mengambil tindakan tepat waktu.
Selain itu, kasus ini juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya pada remaja. Dukungan keluarga, lingkungan, serta akses terhadap layanan konseling menjadi faktor krusial dalam mencegah tindakan serupa.
Bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui tanda-tanda seseorang mengalami tekanan mental berat, diimbau untuk tidak ragu melapor kepada pihak berwenang atau lembaga terkait agar penanganan dapat segera dilakukan.(Adm).



