Presiden Prabowo Dorong Perguruan Tinggi Jadi Lokomotif SDM Unggul Hadapi Geopolitik Dunia

16
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, perguruan tinggi harus benar-benar memainkan peran strategis sebagai lokomotif dalam menyiapkan SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan global
Advertisement

Jakarta,Trimediasultra.comPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang menguasai ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi di tengah dinamika pergeseran geopolitik global.

Pernyataan ini disampaikan melalui keterangan resmi yang dibacakan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam Taklimat Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta pada 15 Januari 2026.

Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo menyoroti perubahan geopolitik dunia yang semakin signifikan, yang menuntut setiap negara untuk memiliki daya tahan dan kemandirian tinggi. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus benar-benar memainkan peran strategis sebagai lokomotif dalam menyiapkan SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan global.

“Bapak Presiden berharap perguruan tinggi benar-benar memainkan peran yang signifikan dalam mencetak SDM unggul,” ujar Brian. Pernyataan ini mencerminkan arah kebijakan yang diberikan kepada para rektor dan pimpinan kampus untuk memperkuat fungsi pendidikan tinggi dalam riset, inovasi, dan pengembangan teknologi.

Menurut Presiden, Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah harus mampu memanfaatkan potensi tersebut secara optimal melalui peningkatan penguasaan sains dan teknologi. Hal ini menjadi penting agar Indonesia bertahan dan bersaing di tengah pergeseran geopolitik dunia, serta tidak hanya menjadi konsumen teknologi tetapi juga menjadi pencipta inovasi.

Dalam konteks tantangan internal, Presiden Prabowo juga menyampaikan harapan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memproduksi SDM yang kompeten secara teknis, tetapi juga berintegritas tinggi dan berjiwa nasionalis. Pesan ini menjadi sinyal kebijakan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia harus menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global dan persoalan domestik sekaligus.

Upaya memperkuat peran perguruan tinggi sejalan dengan berbagai inisiatif dan kerja sama internasional dalam pendidikan tinggi, termasuk kebijakan untuk memperkuat riset, inovasi, dan kolaborasi akademik yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional serta kebutuhan pasar global.(Adm/M2).

Facebook Comments Box