Dua Mahasiswa Geologi Tersesat di Hutan Sambasule, Tim SAR Kendari Lakukan Pencarian Intensif

12
Tim tiba di lokasi pada pukul 02.30 Wita. Operasi SAR sempat dihentikan sementara pada pukul 03.23 Wita dan dilanjutkan kembali pagi hari pukul 07.00 Wita dengan melibatkan tim SAR gabungan.
Advertisement

Konawe, Trimediasultra.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau BASARNAS Kendari melakukan operasi pencarian terhadap dua mahasiswa yang dilaporkan tersesat di kawasan hutan Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Informasi kondisi membahayakan manusia tersebut diterima Comm Centre KPP Kendari pada Selasa (28/1) pukul 00.20 Wita dari Amritzal Nur, dosen pembimbing kegiatan kuliah lapangan mahasiswa Geologi Universitas Halu Oleo (UHO).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Amiruddin A.S., Kepala KPP Kendari berangkatkan Tim Rescue KPP Kendari menuju lokasi kejadian perkara (LKP) pada pukul 00.35 Wita. Jarak tempuh dari KPP Kendari ke LKP sekitar 68 kilometer dengan kondisi cuaca berawan dan berpotensi hujan.
Tim SAR tiba di LKP pada pukul 02.30 Wita. Namun, pada pukul 03.23 Wita operasi SAR dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada pagi hari pukul 07.00 Wita.

“Pagi ini operasi pencarian kembali dilanjutkan dengan membagi tim menjadi tiga sektor pencarian,” ujar Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., dalam keterangan resminya.

Pada operasi lanjutan tersebut, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan pembagian area sebagai berikut:
Tim 1 menyisir area seluas 2,5 km² ke arah utara dari LKP
Tim 2 menyisir area seluas 2,5 km² ke arah timur dari LKP
Tim 3 menyisir area seluas 2,5 km² ke arah tenggara dari LKP.

Kedua korban diketahui bernama Taufik (22) dan Dimas (22), keduanya berjenis kelamin laki-laki.
Dalam operasi ini, sejumlah unsur terlibat, antara lain Staf Operasi dan Rescuer KPP Kendari, BPBD Konawe, Damkar Konawe, Fakultas Geologi Universitas Halu Oleo, serta masyarakat setempat.

Berbagai peralatan pendukung dikerahkan untuk mempercepat pencarian, termasuk rescue car, ambulans, motor trail, alat navigasi darat, drone thermal, peralatan SAR medis dan evakuasi, serta perangkat komunikasi dan keselamatan lainnya.

Pencarian dilakukan dengan membagi tiga tim penyisiran masing-masing seluas 2,5 kilometer persegi ke arah utara, timur, dan tenggara dari lokasi terakhir yang diketahui.

Berdasarkan kronologis kejadian, kegiatan kuliah lapangan mahasiswa Geologi UHO dilaksanakan pada Senin (27/1) pukul 07.00 Wita di Kecamatan Meluhu, Desa Sambasule, dengan jumlah peserta 32 orang yang dibagi ke dalam kelompok beranggotakan dua orang.

Pada pukul 10.00 Wita, kedua korban sempat bertemu dengan rekan mahasiswa lainnya. Komunikasi terakhir dilakukan pada pukul 12.00 Wita. Setelah itu, kedua korban tidak dapat dihubungi dan tidak kembali ke titik pertemuan yang telah disepakati.

Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh rekan dan pihak terkait, namun belum membuahkan hasil hingga informasi diterima oleh BASARNAS Kendari.

BASARNAS mengimbau seluruh pihak, khususnya institusi pendidikan yang melaksanakan kegiatan lapangan di wilayah hutan atau medan ekstrem, untuk memperhatikan aspek keselamatan, komunikasi, serta perencanaan jalur dan titik kumpul secara ketat guna mencegah kejadian serupa.

Operasi SAR masih terus berlangsung hingga korban ditemukan.(Adm/M2).

Facebook Comments Box