Pencarian Nelayan Lansia yang Hilang di Perairan Burangasi Dihentikan Sementara, Dilanjutkan Besok

7
Operasi pencarian yang dilakukan pada Kamis (29/10/2026) dihentikan sementara pada pukul 17.45 Wita setelah tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Advertisement

Buton Selatan, TrimediaSultra.com – Tim SAR gabungan belum menemukan La Nane (84), nelayan asal Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, yang dilaporkan hilang saat pergi memancing di sekitar Teluk Lande, Rabu (28/10/2026).

Operasi pencarian yang dilakukan pada Kamis (29/10/2026) dihentikan sementara pada pukul 17.45 Wita setelah tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Jumat (30/10/2026) pukul 07.00 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa Tim Rescue Pos SAR Baubau tiba di lokasi kejadian perkara (LKP) dugaan kecelakaan kapal pada pukul 07.45 Wita.

Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan keluarga korban sebelum melakukan penyisiran di sekitar perairan Tanjung Burangasi, tempat longboat yang digunakan korban ditemukan.

Pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri atas personel Pos SAR Baubau, koordinator misi SAR beserta staf, aparat Desa Gerak Makmur, Bhabinkamtibmas, Babinsa, masyarakat setempat, dan keluarga korban.

Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan sejumlah sarana dan peralatan, di antaranya kendaraan penyelamat, Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, perangkat pendeteksi bawah air AquaEye, peralatan medis, peralatan evakuasi, serta perangkat komunikasi dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Berdasarkan kronologi kejadian, La Nane berangkat memancing menggunakan longboat pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 05.00 Wita di perairan Teluk Lande. Korban biasanya kembali ke rumah pada siang hari.

Namun, hingga sore hari, korban tak kunjung pulang. Keluarga yang khawatir kemudian melakukan pencarian dan menemukan longboat milik korban di sekitar perairan Tanjung Burangasi. Sementara itu, keberadaan korban belum diketahui hingga operasi pencarian hari pertama berakhir.

Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berkabut, dengan kecepatan angin mencapai 11,8 kilometer per jam dari arah timur laut. Tinggi gelombang berkisar antara 0,2 hingga 1 meter berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada Jumat pagi dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Basarnas menyatakan perkembangan operasi pencarian selanjutnya akan disampaikan berdasarkan hasil pelaksanaan di lapangan.(Adm/M1). 

Facebook Comments Box