Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Kendari, Tim SAR Evakuasi 18 Warga dan Temukan 1 Korban Meninggal

18
Operasi SAR banjir di Kota Kendari berhasil menyelamatkan 18 warga. Sementara satu korban dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir.
Advertisement

Kendari,Trimediasultra.com – Operasi SAR bencana banjir di sejumlah titik wilayah Kota Kendari resmi ditutup pada Sabtu (10/5/2026), setelah tim gabungan berhasil mengevakuasi warga terdampak dan melakukan pemantauan di sejumlah lokasi banjir.

Berdasarkan laporan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, operasi dimulai sejak pagi hari dengan membagi personel ke beberapa tim evakuasi dan pemantauan.

Pada pukul 07.45 Wita, Tim 1 melakukan pemantauan di kawasan Kaliwanggu, Kelurahan Lepo-Lepo serta Amohalo, Kelurahan Baruga. Dalam operasi tersebut, tim berhasil mengevakuasi 12 warga terdiri dari 10 perempuan dan 2 laki-laki.

Selanjutnya, pada pukul 08.00 Wita, Tim 2 diberangkatkan menuju Lorong Lasolo dan Kampung Salo untuk melakukan monitoring serta dukungan evakuasi bagi warga terdampak banjir.
Sekitar pukul 11.03 Wita, seorang korban yang sebelumnya terseret arus banjir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kelurahan Benu-Benua. Korban diketahui bernama Rangga (5), warga Kelurahan Punggaloba.

Sementara itu, Tim 3 yang bergerak pada pukul 11.05 Wita menuju kawasan HBM, Pasar Anduonohu, Lorong Bangau Kambu, berhasil mengevakuasi enam warga terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan.

Pada pukul 11.15 Wita, Tim 4 melakukan pemantauan di sekitar Rumah Sakit Hermina menyusul adanya permintaan evakuasi. Namun, saat tim tiba di lokasi, warga yang membutuhkan pertolongan telah melakukan evakuasi mandiri.
Kemudian, Tim 5 melaksanakan dropping logistik ke sejumlah titik pemantauan dan evakuasi sejak pukul 11.20 Wita.

Secara keseluruhan, operasi SAR banjir di Kota Kendari berhasil menyelamatkan 18 warga. Sementara satu korban dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir.

Meski operasi SAR resmi ditutup, tim gabungan tetap melanjutkan pemantauan mengingat intensitas hujan masih tinggi dan kondisi air laut sedang pasang yang diperkirakan surut pada pukul 21.00 Wita.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 57 personel diterjunkan, terdiri dari 7 personel SMC dan staf SMC serta 50 rescuer KPP Kendari. Adapun peralatan yang digunakan meliputi rescue car, truk personel, ambulans, rubber boat, peralatan SAR evakuasi, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.(Adm/Man).

Facebook Comments Box